Rabu, 03 Oktober 2018

HIMMAH, SATU SYARAT KEBERHASILAN



Oleh: Helmi Usman, M.Pd.

            Mari Belajar dari Cerita Kancil dan Siput Hutan
            Suatu waktu, saya tiba-tiba teringat tentang cerita kancil dan siput yang berkompetisi untuk menang dalam lomba lari. Batasnya sudah ditentukan dengan jarak yang—setidaknya seperti yang saya dengar dulu sebagai pengantar tidur-, lumayan jauh. Barangkali sebagian dari kalian pernah mendengar cerita itu. Pertandingan yang tidak adil, bukan? Mustahil secara akal. Tidak bisa dinalar pikiran. Kancil dengan postur tubuhnya yang mendukung, larinya yang lincah dan cepat, bertanding lari dengan siput yang jalan saja masih terengah-engah, apalagi berlari. Dari sini, kiranya perlu saya sampaikan kembali, agar menjadi sumbangsih dalam membangun aspirasi, dan semoga jadi sumber motivasi untuk mengafirmasi diri agar lebih baik ke depannya, terutama untuk para remaja pelajar atau santri di manapun.
****
             Untuk berhasil, kita butuh proses. Dan dalam proses itu, motivasi dan semangat adalah dua hal yang niscaya ada dalam setiap aspek kehidupan, terutama bagi remaja yang secara mayoritas masih dalam tahap pencarian identitas, sebab semangat dan motivasi adalah hal langka yang membutuhkan usaha untuk mendapatkannya.
Setidaknya, saya melihat pada perkembangan atau dinamika keilmuan saat ini, ada dua hal yang menjadi sebab “dekadensi” semangat itu bisa terjadi.
            Pertama, modernisasi yang sedianya sudah sejak awal abad XX terjadi, kini semakin menyemai dalam realitas nyata. Kemajuan teknologi-komunikasi yang meningkat dengan signifikan, nyatanya membawa dualitas efek yang tak terbantahkan; di satu sisi, teknologi memang membawa kemudahan, fasilitas semakin lengkap, dan kita tak perlu repot lagi seperti zaman old. Akan tetapi, di sisi yang lain, ia juga membawa pengaruh buruk yang diakui atau tidak, itu benar adanya. Misalkan, dalam ranah pendidikan, pelajar yang rata-rata masih usia remaja seringkali disibukkan dengan gadget mereka. Tidak peduli tempat. Sama tidak pedulinya kapan mereka harus berhenti mengoperasikannya. Itu bisa dimaklumi, karena secara psikologis, mereka masih dalam tahap transisi dari masa remaja untuk menjadi dewasa.
Pada masa ini, mereka cenderung penasaran untuk mencoba hal-hal yang baru. Tetapi, jika dibiarkan berlarut-larut, apalagi sesuatu yang tidak berguna, malah akan jadi masalah. Akibatnya, semangat dan motivasi untuk belajar semakin berkurang karena “seluruh” waktunya sudah dihabiskan untuk gadget mereka.
            Kedua, kurangnya kesadaran diri. Barangkali untuk faktor yang kedua ini, mareka yang miskin semangat dan motivasi untuk belajar, adalah orang-orang yang tidak memiliki impian dan mimpi-mimpi. Sebab, mimpi adalah awal dari segalanya.     
Dalam salah satu bukunya, Imam Az Zarnuji menjelaskan bahwa ada enam syarat yang harus dimiliki dan dilakukan oleh mereka, yaitu cerdas, kemauan tinggi, sabar, biaya, bimbingan guru, dan waktu yang panjang.
            Ke-enam syarat tersebut sama-sama penting. Tapi, bagi saya, ada tiga syarat yang lebih prinsipiel untuk dijelaskan kembali; kemauan tinggi, sabar, dan waktu yang panjang. Sebab, cerdas, biaya, dan bimbingan guru, semua orang pasti sudah pada memiliki. Pertama, kemauan tinggi. Dalam bukunya, secara filosofis az Zarnuji membahasakannya dengan kata “al Hirsu”, yang secara harfiah berarti tamak. Tamak indikasinya adalah kemauan besar untuk memiliki. Nah, dalam ranah keilmuan,beliau juga menggunakannya untuk menjelaskan bahwa kita harus berkemauan besar untuk mendapatkan ilmu. Mencarinya sebanyak mungkin. Sebab, seperti yang kita ketahui bersama bahwa ilmu adalah cahaya. Tugas kita adalah mengumpulkannya, kemudian menjadikannya spektrum warna indah yang menghiasi kehidupan kita mendatang. Kedua, sabar. Berasal dari Bahasa Arab as shabru yang berarti menahan dari sesuatu. Maka dalam beberapa literatur keislaman, sabar dibagi menjadi tiga macam; menahan untuk tetap setia pada ketaatan, menahan diri untuk menjauhi kemaksiatan, dan yang terakhir adalah menahan diri dari godaan syahwat atau keinginan-keinginan sensasional. Ketiga, waktu yang panjang. Untuk menjadi pribadi yang baik, proses adalah hal yang mesti tetap dilakukan. Tidak ada yang instan. Semuanya butuh waktu dan usaha. Termasuk untuk memperoleh ilmu itu sendiri.
Ketiga syarat yang telah saya jelaskan, memliki line circle yang berputar pada satu basis, yaitu himmah (cita-cita). Ia adalah motivator penting dalam kehidupan kita. Tidak akan pernah ada kemauan tinggi jika tidak ada yang mau dicapai, tidak akan bisa sabar jika tidak ada hal yang diharapkan, dan tidak akan pula dapat berdiri, setia pada proses yang panjang juga melelahkan jika misalkan kita tidak memiliki harapan yang menopang.

“Jadilah seseorang yang meski kakinya berpijak di Bumi, tetapi cita-citanya terpatri di bintang kartika.” (Ibnu Athaillah as Sakandari)
“Seseorang terbang dengan cita-citanya, laiknya burung yang terbang dengan kedua sayapnya.” (Az Zarnuji)

Pertanyaannya adalah mengapa harus ada kata “belajar”? Karena tanpa belajar, kita nyaris mustahil untuk mendapatkan ilmu. Dan tanpa ilmu, juga hampir tidak mungkin kita bisa berkreasi dan berinovasi sebagai bentuk konkret dari fitrah keistimewaan kita sebagai manusia. Lalu, mengapa harus remaja—bahasa kitabnya Syubban? Karena di usia 11 ke 19 tahun itulah organ tubuh kita masih sehat dan mendukung untuk tetap berjuang meski sangat melelahkan. Kira-kira begitulah alasan Az-Zarnuji di atas. Saya tambahkan, Syekh Musthafa al-Ghilani dalam bukunya juga pernah berkata lantang, “Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok.”  Kewajiban seorang pemimpin adalah mendidik, mengayomi, dan membimbing rakyatnya dalam segala aspek. Maka, apa yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin jika tidak  berilmu?
Pada akhirnya, ilmu adalah segalanya. Dan adanya himmah adalah sebagai satu syarat keberhasilan bisa dicapai!
***
Ada Apa dengan Kancil?
Lalu, meski begitu, kenapa kancil bisa kalah? Karena ia merasa lebih baik sehingga merasa tidak perlu lagi untuk berjuang lebih. Karena himmahnya kecil. Sedangkan siput, oleh karena ia memiliki himmah yang besar untuk mengalahkan kancil, ia merasa perlu untuk tetap berjuang meski dengan tertatih. Bersabar dengan perjuangan yang melelahkan. Juga membutuhkan waktu yang begitu panjang. Akhirnya, kancil lah yang gugur, dan siput yang keluar sebagai pemenang.Wallhu a’lam@   

Guluk-guluk, 14 Maret 2018

Penulis dalam kesehariannya adalah bagian pustakawan INSTIKA Guluk-Guluk, dan salah satu Guru di MTs 1 Putri Annuqayah yang mengampu mata pelajaran Akidah. 

KUTERBUAI DALAM JANJIMU

Siapakah yang bisa menerima, dengan janji yang ternodai?
Itulah kata-kata yang selalu aku katakan kepada teman-temanku ketika di tanya tentang hubunganku dengan adik kelasku, Najma. Ia begitu banyak mengatakan dengan janji-janji semu, bertujuannya hanya sebagai pelampiasan karena selalu disakiti oleh orang-orang yang dicintainya.  Dalam hatinya terbesit bahwa dia akan membalas sakit hati itu kepada siapapun yang diajumpai. Dan aku orangnya. Aku hanya  dijadikan jembatan untuk mencari sesorang yang tepat dalam hatinya,  tanpa memikirkan perasaanku.
Sebenarnya, hubunganku dengan dia masih bersetatus kaka-kadik yang selalu ada satu sama lain karena belum lama kenal, tapi dengan perputaran waktu yang  silih berganti , kini telah tumbuh bibit-bibit cinta dalam hatiku. Namun aku masih menyimpannya sebab bibit-bibit cinta yang ada padaku masih baru bersemi, masih harus dipupuk dengan baik.  
Suatu ketika tanpa sepengetahuannya aku pura-pura bertanya kepada teman kelasnya di hand phone tentang keadaanya ketika di sekolah.
“Hai, Mel! Bagaimana keadaan adikku di sekolahnya” dengan tiba-tiba Amel nanya sambil merajuk.
Ada apa ‘ni? Kok nanya adiknya segala padahal selalu telfonan dan sms-an?
Gak ada apa-apa Amel, kucuma nanya aja
“Zain, perlu kamu tau bahwa teman-teman di  kelas sudah tahu tentang hubungan kamu dengan adikmu”, dengan cerita Amel aku tambah yakin akan perasaanku pada adaikku tapi aku masih tidak berani mengungkapkan perasaanku karena aku pengen secara pelan-pelan untuk mengetuk hatinya. Hingga setelah berhari-hari aku mencoba mengungkapkan perasaannku dan akan menembaknya.
            “Dik, aku tahu bahwa aku ini orang  baru dalam hidupmu dan aku tidak pengen menjadikan kamu barang mainan, tapi aku akan menjadikan kamu kekasih halal yang bisa mengisi hari-hariku. Bagaimana menurutmu?” Sekilas rona di wajahnya memerah. Namun ketegaran dan ketegasan sebagai seorang gadis yang tersakiti masih tetap menghias di sana.
“Kakaku, tidak tahu dan aku tidak bisa ngasi jawaban sekarang”.
“Terus kira-kira kapan kamu akan ngasi jawaban, dik?”
“Sabar, kak. Jangan terburu-buru kalau dalam urusan seperti ini dan aku mohon sama kakak untuk menunggu selama satu bulan”.
 “Baik, dik. Aku akan tunggu jawaban kamu sampai bulan depan”.
***
            Aku selalu bertanya pada diriku sendiri mengenai jawaban yang akan dia ucapkan ketika waktuya sudah tiba. Kusering termenung dan tersenyum sendiri karena aku sudah punya harapan akan jawaban baik darinya yang sesuai dengan keinginanku.
Ketika aku kontekan atau sms-an, aku selalu bilang dan menghitung dari waktu sebulan yang telah dia tentukan. Aku terus mendekati teman dekatnya untuk menciptakan keakraban dan jaringan komunikasi jika suatu saat terjadi masalah atau kesalahpahaman dan mereka pun semua mendukung aku untuk bersatu dan tidak ada kata-kata yang menolak dari mereka.
            Najma biasa berangkat pagi ke sekolah. Apalagi hari itu punya piket jaga pintu gerbang, walaupun dia harus pakai jaket di luar baju seragamnya kerena kedinginan. Dan ketika sampai di sekolah dia langsung meletakkan motornya di tempat parkir, terus ke kelasnya untuk meletakkan tas, lalu ke pintu gerbang untuk piket. Dan ketika baru duduk  langsung disapa oleh temannya yang pertama kali datang.
“Hai…! Met pagi Najma”. Sapa Amel pagi-pegi bener dari belakangnya.
 “Pagi juga Mel, kamu pagi juga datangnya?”
“Iya, ‘ni masih ada tugas yang harus di selesaikan pagi ini”.
Hanya sendirian Najma duduk di balik pintu gerbang sekolah menunggu teman-tamannya sambil mengangan kenangan indah ketika dia mesra –mesraan dengan kakak kelasnya walaupun hanya dalam hand phone di tiap hari dan malamnya. Tapi entah kenapa pikirannya, tiba-tiba dia melamun sampai mengingat pengkhianatan yang dilakukan orang-orang yang pernah dia cintai hingga dia berpikir akan melampiaskan semua dendamnya kepada orang-orang yang coba mengutarakan cinta padanya.
Aku kebetulan sudah sangat mencintainya yang sedang menununggu jawaban demi ungkapan perasaan yang telah aku lontarkan padanya. Dengan lamunannya, Najma berada antara dalam kegelisahan dan bahagia karena ia mengingat semua yang  telah terjadi padanya hingga dia tidak merasa kalau sudah banyak temannya yang datang tanpa sepengetahuannya. Sampai-sampai dia tidak merasa kalau ada ibu guru di sampingnya dan ibu guru itupun menyapanya namun dia tetap tidak sadar.
 “Nak...! Najma.....! Hei....nak...!”
“Aaaaa..iya iya, bu”
“ Kamu kenapa, nak? Kok melamun. Apa yang kamu pikirkan hingga kamu tidak sadar”
Enggak, bu. Gak ada apa-apa”
Enggak ada apa-apa bagaimana kamu bengong mulai dari tadi ibu panggil kamu gak menyahut”
“ Nggak, bu. Gak ada apa-apa” “
“Iya, sudah kalau begitu, ibu mau masuk dulu tapi kalau ada apa-apa ceritalah pada ibu mungkin ibu bisa bantu. Ayo masuk dulu ke kelasnya tutup gerbangnya sekarang sudah jam 7:00 WIB ”
“Baik, bu”.
****
Aku terus bersemangat belajar pelajaran-pelajaran yang memeng aku sukai sambil menunggu jawaban dari Najma. Dan aku terus mendekati semua teman-temannya yang memang selalu ada dalam hubunganku dengannya.
Di saat aku sedang menunggu jawabannya, aku sempat meminta fotonya tapi masih belum bisa namun tiap aku kontekan aku pasti menyindir tentang foto itu karena aku sangat ingin punya sebagai teman tidurku selama penantianku akan jawaban ungkapan perasaan yang   aku katakan padanya.
Namun, dia memastikan bahwa aku pasti memilikinya dan dia menyakinkan padaku,  dan sempat terbesit dalam hatiku bahwa dia pasti menerimaku setelah dia meyakinkanku bahwa aku pasti memiliki fotonya.
 Perasaan senang dan takut selalu ada dalam hatiku karena bagitu lama  dia meminta waktu untuk menjawab kepadaku. Tiap hari aku berjalan berangkat ke sekolah dengan jalan kaki dengan semangat menggebu-ngebu karena aku harus mengejar prestasiku. Dan di samping itu pula semangatku terus menggebu-gebu setela ditopang dengan harapan mendapat jawaban baik dari addikku, Najma atas perasaan yang aku katakan padanya.
Setelah satu bulan aku menjalani hari-hariku dengan perasaan terhantui dia antara bahagia dan takut. Aku bahagia karena aku masih punyak harapan bahwa adikku, Najma pasti menerima ungkapan perasaanku yang telah aku katakan pada bulan lalu. Namun di sisi lain, aku merasa takut karena apa yang aku yakini tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapanku untuk menjadikannya sebagai pendamping hidupku mencapai ridha Allah swt di dunia sampai di akhirat nanti.
 Besok aku akan mendengarkan keputusan dari adikku, Najma. Apapun yang terjadi dan jawaban apapun yang dia ujarkan kepadaku, aku harus menerima dengan ikhlas, karena apa yang dia ungkapkan pasti sudak sejalan dengan kehendak Allah swt.
Tepat jarum jam menunjukkan pukul 12:30 WIB, aku ambil HP-ku dan aku langsung menghubunginya dan nanya tentang apa yang aku katakan pada bulan yang lalu dan dia pun langsung menjawab sesuai yang ku harapkan “Dik apakah kamu masih ingat pada apa yang kamu janjikan padakubahwa kamu akan menjawab ungkapan perasaanku cintaku setelah satu bulan?” “Iya mas aku masih ingat pada janjiku bahwa aku akan menjawab setelah satu bulan” “terus apakah kamu sudah punyak jawaban dan apakah kamu menerima aku apa tidak?” “Iya mas semoga mendapat ridha Allah, iya aku menerima mas tapi aku mohon hal ini jangan di katakan pada siapapun lebih-lebih pada teman kelasku dan aku tidak pengen ada yang tau tentang perasaan dan hubungan yang terdjadi diantara kita berdua” “memangnya kenapa dik kalauseandainya taman-teman kamu ada yang tahu, lagian apa yang akan kita jawabkan pada mereka kalau ternyata suatu saat mereka tahu, apa kira-kira meraka tidak akan kecewa pada kita dik?” “ begini mas biarlah hubugan ini kita saja yang tau dan kita jalani dengan baik tampa ada campur dari orang lain kerena kalau banyak yang tahu aku hawatir ada diantara mereka yang tidak suka dan pengen merusaknya” ‘ baiklah kalau itu yang menjadi keinginan kamu”.
setelah hari itu dia langsung memberi beberapa foto padaku sebagaimana yang aku minta dulu sebelum dia menjawab perasaan cinta yang ku ungkapkan padanya dan aku pun tambah mencintainya bahkan aku sangat yakin bahwa dia adalah memeng jodohkuyang akan menemaniku selamanya didunia sampai diakhirat kelak, sempat aku mengatakan bahwa aku akan bilang pada keluargaku bahwa aku akan melamarnya tapi aku dilarang bilang karena katanya dia masih pengen fokus sekolah tampa memikirkan pertunangan dulu dan dia pun berjanji akan menunggu aku menjadi pendampingnya dan aku pun sanggup menunggunya sampai dia sudah siap menerima lamaranku, dan dia berjanji akan menungu kedatangan ku dan keluargaku ke rumahnya tapi masih suatu saat, akupun mau karena dia bagitu besar memberiharapan padaku hingga ada kesepakatan antara aku dengan dia bahwa akan melangsungkan pertunangan ketika dia sudah hampir lulus di SMA-nya.

(Ku persembahkan buat yang punyak tetala: 25 Agustus 1999)
“Oleh: Taufiq Umar”
Karyawan MD 2 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep . Bermukim di kompleks PPA Daerah Kebun Jeruk. HP: 085230782176




Selasa, 02 Oktober 2018

Bentuk Proposal Majalah Aurora 2018

PROPOSAL  PENGAJUAN DANA
MAJALAH AURORA EDISI II
DPS-OSIS MTs 1 PUTRI ANNUQAYAH






OSIS MADRASAH TSANAWIYAH 1 PUTRI ANNUQAYAH
GULUK-GULUK SUMENEP JAWA TIMUR
MASA KHIDMAT 2018-2019



Alamat : Jln. Makam Pahlawan Nomor 20 Kompleks PP Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur Kode Pos 69463, HP. 082332931447, email: aurora17mtspi@gmail.com
A.    Mukadimah
Sesungguhnya perkembanagan pemikiran dari seorang siswa ditentukan oleh karya yang dihasilkannya. Karya yang dihasilkan tersebut merupakan hasil jerih-payah pembacaan, baik tekstual ataupun kontekstual dengan melalui tahap ketat, akhirnya  mereka dapat melahirkan literasi yang baik.
Sebagai acuan dalam menbina siswa agar melahirkan karya literasi, OSIS sebagai organisasi yang bergiat dan berhubungan secara langsung dengan siswa MTs 1 Putri Annuqayah, membentuk wadah untuk menampung seluruh karya yang akan dihasilkan mereka dalam sebuah majalah yang diikhtiarkan menjadi permanen.
Majalah inilah yang menjadi muara dari berbagai kegiatan literasi yang akan terus digalakkan di MTs 1 Putri Annuqayah tercinta ini sampai kapan pun. Dengan sebuah wujud majalah ini, para siswa akan terbantu dalam mencari jati diri sebagai muslimah belia demi meniti masa depan mereka kelak terkait dengan tulis-menulis. Hal ini dapat memungkinkan, sebab majalah ini dikemas sedemikian rupa sesuai dengan eksistensi seluruh siswa yang haus akan prestasi diri dalam dunia literasi.
Demikian itu ikhtiar yang diupayakan dengan maksimal oleh OSIS MTs 1 Putri Annuqayah Divisi Jurnalistik, demi menunjang gerakan literasi di MTs 1 Putri Annuqayah.

B.     Nama Majalah dan Makna nama
Nama majalah ini adalah “MAJALAH AURORA”.
Nama “AURORA” merupakan polling paling banyak dari 42 nama yang kami kuiskan pada siswa kelas VIII dan IX melalui Bapak A. Muhli Junaidi, S.Pd. sebagai Pembina DPS-OSIS. Jadi, secara demokratis, nama ini adalah pilihan mayoritas siswi-siswi MTs 1 Putri Annuqayah.
Adapun makna kata “AURORA” adalah gejala berupa cahaya langit yang berbentuk berkas, pita, atau tirai, biasanya berwarna merah, kuning keemasan, hijau, dan ungu. Aurora ini dibagi dua, yaitu 1). Aurora Australis, yaitu cahaya terang yang tampak dan terlihat pada malam hari di langit belahan bumi selatan, 2). Aurora Borealis, yaitu cahaya terang yang kadang-kadang terlihat pada malan hari di langit bumi utara.
Dengan mengambil nama “AURORA” diharapkan semangat kepenulisan siswa MTs 1 Putri Annuqayah tetap bercahaya terang setinggi ufuk namun lembut, sesuai dengan fitrah kewanitaannya yang masih belia.

C.    Sifat Majalah
Sifat majalah ini populer-ilmiah dengan memfokuskan diri pada dunia remaja putri sesuai dengan umurnya mereka, tapi tidak lupa juga mempersiapkan diri mereka dalam dunia kedewasaannya. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam majalah ini tetap bahasa standar menurut EYD, bukan bahasa alay, atau bahasa gaul.


D.    VISI dan MISI
Visi majalah
Terbentuknya majalah OSIS MTs 1 Putri Annuqayah sebagai wadah gerakan literasi mempuni menuju siswa yang berprestasi berdasarkan Iman dan Takwa, dan menjadi bacaan alternatif siswa yang menghibur dan berilmu.
Misi majalah
1.      Melalui majalah ini siswa aktif menulis sesuai dengan rubrik yang disediakan.
2.      Melalui majalah ini siswa dibina dalam dunia literasi sesuai kemampuan yang ada.
3.      Melalui majalah ini para guru yang ditunjuk dapat menyumbangkan karya terbaik sesuai dengan tema yang diangkat, agar menjadi contoh pada para siswa.
4.      Melalui majalah ini para alumni MTs 1 Putri Annuqayah dapat berpartisipasi menyumbangkan karya terbaik sesuai dengan tema yang diangkat.
5.      Melalui majalah ini siswa-siswa di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah ikut berperan memajukan gerakan literasi yang dicanangkan oleh OSIS MTs 1 Putri Annuqayah.
6.      Dapat pula disebarkan di wilayah Sumenep atau Madura umumnya sebagai wadah ide-ide kreatif siswa tingkat menengah.

E.     Tujuan
Adapun tujuan majalah ini adalah:
1.      Membiasakan siswa membaca dan menulis melalui Gerakan Siswa Menulis (GSM) MTs 1 Putri Annuqayah.
2.      Ingin memberikan ruang lebih luas pada siswi MTs 1 Putri Annuqayah khususnya, dan pada santri Annuqayah umumnya dalam hal literasi
3.      Ingin mencari bakat-bakat terpendam dalam hal literasi di MTs 1 Putri Annuqayah.
4.      Ingin memberikan apresiasi pada setiap karya, baik karya santri atau karya umum yang diterbitkan di majalah ini.

F.     Fungsi dan Sasaran
Sedangkan fungsi majalah ini adalah :
1.      Sebagai wadah silaturrahim antar warga MTs 1 Putri Annuqayah, siswi MTs 1 Putri Annuqayah, alumni MTs 1 Putri Annuqayah dan santri Annuqayah serta siswa umum di seputar Sumenep, dan/atau Madura secara umum, bahkan nasional.
2.      Menampung kegiatan literasi yang sedang digalakkan di MTs 1 Putri Annuqayah
3.      Mengarahkan siswa untuk melahirkan karya-karya bermutu sesuai dengan bakat literasinya.
Adapun sasaran atau segmen pembaca majalah ini adalah :
1.      Seluruh siswi MTs 1 Putri Annuqayah
Siswi MTs 1 Putri Annuqayah dipandang sebagai potensi yang sangat luar biasa dalam menggerakkan literasi di lingkungan madrasah, oleh karena itu kami memandang perlu agar mereka diwajibkan berlangganan dengan cara pembayaran yang longgar, yaitu dengan menyicil yang dikoodinir oleh ketua kelas masing-masing. Penyicilan pembayaran tersebut berlangsung selama tiga bulan, dan/atau sampai edisi selanjutnya terbit.
2.      Para alumni MTs 1 Putri Annuqayah
Alumni MTs 1 Putri Annuqayah merupakan potensi kedua yang akan turut mendukung Gerakan Siswa Menulis (GSM). Memperhatikan animo para alumni dalam menyambut kehadiran majalah ini, kami yakin mereka akan turut merawat dan menghidupi perjalanan majalah ini ke depannya.
3.      Para Santri Pondok Pesantren Annuqayah
Sama halnya dengan keadaan alumni MTs 1 Putri Annuqayah, para santri di lingkungan pondok pesantren Annuqayah adalah potensi yang besar dalam mendukung gerakan literasi ini.
4.      Para pelajar di luar lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah
Potensi para siswa di lingkungan pondok pesantren Annuqayah sangat besar dalam gerakan literasi sekolah. Kami memandang, jika potensi ini dikelola dengan antusias dan sungguh-sungguh maka akan melahirkan sebuah penerbitan yang besar. Namun, kami hanya fokus pada pelajar yang setingkat dengan MTs 1 Putri Annuqayah. Karya-karya merekalah yang kami prioritaskan untuk terbit bersama karya-karya siswa MTs 1 Putri Annuqayah.
5.      Dan para remaja secara umum.
Yaitu mereka di manapun berada yang mempunyai komitmen pemikiran selaras dengan visi dan misi Majalah Aurora.

G.    Pelindung
Kepala MTs 1 Putri Annuqayah

H.    Dewan Pembina
1.      Wakil Kepala Madrasah bagian Kesiswaan
2.      Pembina DPS-OSIS

I.       Redaksioal Majalah
Keredaksian majalah ini disusun sebagai berikut :
Pemimpin Redaksi
Wakil Pemimpin Redaksi
Sekretaris  Redaksi
Bendahara  redaksi
Redaktur Pelaksana
Anggota Redaktur Pelaksana
Reporter
Pemasaran

J.      Rubrik Majalah
Menu yang disajikan majalah ini adalah :
1.      Seri Tokoh Annuqayah
2.      Gerbang AURORA
3.      Liputan AURORA
4.      Wawancara Best Image  AURORA
5.      Opini guru
6.      Opini alumni dan umum
7.      Opini siswa
8.      Cerpen guru
9.      Cerpen alumni dan umum
10.  Cerpen siswa
11.  Puisi guru
12.  Puisi alumni dan umu
13.  Puisi siswa
14.  Resensi guru
15.  Resensi alumni dan umum
16.  Resensi siswa
17.  Kaligrafi
18.  Aur_net
19.  Aur_quiz
20.  Oretan kepala madrasah
21.  Oretan pojok

K.    Durasi Terbit
Majalah ini direncanakan terbit setiap Enam  Bulan sekali, yaitu diakhir awal Oktober, di akhir akhir Februari.

L.     Oplah
Adapun oplah majalah ini 1.000 eksemplar

M.   Jumlah Halaman dan Percetakan
Sedangkan jumlah halaman adalah 40-48 halaman dan insya Allah akan kami cetak di IAA cabang Yogyakarta sebagai pemilik percetakan yang cukup berpengalaman dalam mencetak majalah milik SMA 1 Annuqayah (Majalah Tafakkur).

N.    Harga Jual
Harga jual majalah ini adalah Rp. 9.500,-

O.    Anggaran Dana
-          Dana hasil penjualan edisi I                = Rp. 5.000.000
Anggaran dana yang dibutuhkan dalam cetakan edisi II majalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Jasa percetakan            : 8.000 x 1.000 = Rp. 8.000.000,-
2.      Jasa Layouter              :                        = Rp.    500.000,-
3.      Cetak sertifikat            :                       = Rp.      50.000,-      
4.      Hadiah Quiz                : 3 x 50.000      = Rp.    150.000,-
Jumlah                                                 = Rp. 8.700.000,-
-          Dana yang dibutuhkan                 = Rp.  3.700.000,-
P.     Penutup
Demikianlah proposal majalah ini kami buat untuk diajukan dan disetujui. Semoga dengan terbitnya majalah perdana MTs 1 Putri Annuqayah akan senantiasa terbit sesuai dengan jadwal yang telah kami rencanakan. Dengan demikian harapan kami bersama tentang gerakan literasi di sekolah kita tercinta akan semakin tumbuh dan berkembang sesuai dengan visi dan misi madrasah ini.

Ketua OSIS                                                                                Guluk-Guluk, 10 September 2018
MTs 1 Putri Annuqayah                                                                            Sekretaris OSIS


(R. Ayu Kamiliya Zahra)                                                                     (Qorina el-Abrar)

Mengetahui,
Pembina DPS-OSIS


(Ahmad Muhli Junaidi, S.Pd)

Menyetujui,
Kepala MTs 1 Putri Annuqayah



(Ny. Hj. Ulfatul Hasna’, S.Ag)

Tampilan Cover edisi 3