Minggu, 11 November 2018

OSD-LPAID-LKD DI MTs 1 PUTRI ANNUQAYAH

SYARAT, KETENTUAN DAN TATA TERTIB PESERTA LOMBA

Syarat Umum
Peserta adalah siswa SD/MI kelas IV, V, VI, dibuktikan dengan surat keterangan dari  masing-masing sekolah/madrasah.
Peserta menyerahkan fotocopy akta kelahiran dan/atau kartu keluarga (OPSIONAL)
Sekolah/wali murid mengirimkan lembar Formulir Pendaftaran disertai Surat Keterangan (berisikan keterangan bakal peserta adalah siswa sekolah terkait) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah/Madrasah/wali murid
Dalam mendelegasikan siswanya, masing-masing sekolah tidak dibatasi.
Siswa/i membawa perlengkapan shalat Jum’at, dengan ketentuan :
Peserta putra dan pendamping putra dapat shalat Jum’at di Masjid Jami’Pondok Pesantren Annuqayah.
Peserta putri dan pendamping putri dapat shalat berjamaah Dhuhur di Mushalla Daerah Putri Pondok Pesantren Annuqayah terdekat dari lokasi lomba, atau di MTs 1 Putri Annuqayah.
Membawa bekal makanan  sendiri, dan/atau dapat membeli makanan di kantin terdekat.

Ketentuan Umum dan Tata Tertib
1. LOMBA TIDAK GRATIS (Kontribusi peserta Rp. 10.000,-), diserahkan waktu mendaftar ulang di sekretariat Panitia Lomba.
2. Pendaftaran peserta lomba sampai dengan 30 November 2018, pukul 08.00 WIB.  Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat OSD/LPAID/LKD MTs 1 Putri Annuqayah, atau melalui email: aurora17mtspi@gmail.com dengan subyek email (dipilih salah satu sesuai yang diikuti): OSD/LPAID/LKD_Mtspi_Asal Sekolah.
Contoh : OSD_Mtspi_MI 1 Annuqayah atau LPAID_Mtspi_MI 3 Annuqayah atau LKD_Mtspi_MI 3 Annuqayah. Dengan melampirkan file formulir dalam bentuk MS. Word dan foto (JPG) peserta. Lampiran formulir sesuai dengan jumlah siswa/i yang mengikuti.
3. Setiap peserta hanya mengikuti 1 jenis lomba (tidak boleh merangkap).
4. Orang tua/Wali/Guru pendamping/Peserta, menghadiri Technical Meeting (TM) pada Hari Jum’at, 30 November 2018 pukul 08.00-08.30 WIB untuk mendapatkan Panduan 
5. Pelaksanaan Lomba dan penentuan nomor  urut peserta setiap lomba. Jika berhalangan, harap menghubungi nomor WA : 082335359013
6. Peserta membaca panduan pelaksanaan lomba dengan teliti.
7. Lomba akan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 30 November 2018, Pukul 09.00 WIB s.d Selesai.
8. Pada masing-masing kategori akan diambil Juara 1,2 dan 3.
9. Pemberian hadiah pada ketiga kategori lomba akan dilaksankan pada hari penutupan Lomba se-Kabupaten Sumenep dan Class Meeting MTs 1 Putri Annuqayah (Pemeberitahuan lebih lanjut melalui nomor WA yang telah disetorkan pada Panitia Lomba)
10. Peserta diharapkan berpakaian rapi dan sopan, untuk putra memakai pakaian muslim berpeci, dan putri memakai pakaian muslimah berkerudung. Di sarankan menggunakan pakaian seragam sekolah masing-masing (diseragamkan oleh sekolah pendaftar).
11. Setiap  peserta,  dan pendamping  wajib  menjaga  sopan  santun, ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan.
12. Ketentuan yang belum tercantum pada poin-poin di atas akan di tetapkan menurut situasi dan kondisi acara oleh panitia.
13. Bagi peserta yang melanggar poin-poin diatas akan mendapat sanksi dari panitia.

Ketentuan Khusus
1. Bagi peserta yang telah didaftarkan, kemudian berhalangan dapat digantikan oleh peserta lain sebelum pelaksanaan lomba dengan dibuktikan surat dari orang tua maupun sekolah masing-masing.
3. Keputusan Dewan Juri bersifat mengikat.


LOMBA KALIGRAFI TINGKAT DAERAH (LKD)

Penanggung Jawab : Maryatun, S.Ud.
Syarat dan Ketentuan :
a. Peserta berasal dari siswa SD/MI Kelas IV. V, VI.
b. Setiap SD/MI mengirimkan lebih dari 1 orang peserta (bebas putra/putri).
c. Peserta membawa kertas karton/manila berukuran 50 x 60 cm
d. peserta tidak dibatasi dalam membawa alat-alat tulis atau alat warna lainnya
e. Peserta dibolehkan membawa alas sendiri.
f. Lomba akan dimulai pada pukul 09.00 WIB
g. Peserta yang terlambat 30 menit dari permulaan acara, dianggap gugur.
h. Juara 1, 2 dan 3 akan disampaikan melalui nomor WA peserta.

Kriteria Penilaian LKD
-Bidang Kaidah
1. Ketepatan Huruf
2. Keserasian dan komposisi antar huruf
-Bidang Keindahan
1. Kekayaan imajinasi dan kreasi
2. Keserasian background
3. Kebersihan karya


LOMBA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT DAERAH (LPAID)

Penanggung Jawab : Zuwaibatul Islamiyah, S.Ud.
Syarat dan Ketentuan
1. Peserta adalah siswa/i SD/MI kelas IV, V, VI.
2. Setiap lembaga boleh mengirimkan lebih dari 1 peserta.
3. Soal babak pertama (penyisihan) berjumlah 100 butir pilihan Ganda, dengan ketentuan :
- Soal-soal yang dilombakan adalah ilmu dasar keislaman dari kelas IV s.d VI.
- Soal babak  kedua (diambil 50%) dari jumlah peserta babak pertama, dengan ketentuan :
- 50 soal pilihan ganda dengan bentuk soal adalah ilmu dasar keislaman dan pengembangannya (dari kelas IV s.d VI)
- Soal babak ketiga (final) untuk mencari peringkat 1, 2, dan 3 dengan ketentuan :
10 soal pilihan ganda, dengan bentuk soal adalah ilmu dasar dan pengembangan lebih kompleks.
10 soal esai.
4. Soal-soal di semua babak dikembalikan lagi kepada panitia.
5. Durasi waktu pengerjaan soal babak pertama adalah 90 menit, setelah itu istirahat 30 menit.
6. Durasi waktu pengerjaan soal babak kedua adalah 60 menit.
7. Durasi waktu pengerjaan soal babak final adalah 90 menit. Dan peserta dapat menunggu pengumuman peringkat 1, 2, dan 3.

Kriteria Penilaian LPAID
1. Skor babak penyisihan adalah 100, dengan point 1 apabila soal dijawab tepat dan dikurangi 1 (-1) apabila soal dijawab salah, serta Nol (0) apabila tidak dijawab.  Jumlah soal adalah 100 item.
2. Skor babak kedua adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika tepat, 50 x 2 = 100 (untuk pilihan ganda).
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 2 (-2).
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
3. Skor babak final adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika tepat, 20 x 5 = 100
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 5 (-5)
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
4. Penentuan peringkat 1, 2, dan 3 adalah akumulasi jumlah skor ketiga babak.
5. Jika di babak final ada skor yang sama, maka yang bersangkutan akan diuji lagi dengan 10 soal tertulis yang berkaitan dengan Sejarah Rasulullah SAW.


OLIMPIADE SAINS TINGKAT DAERAH (OSD)

Penanggung Jawab : Ahmad Muhli Junaidi, S.Pd.
Syarat dan Ketentuan
1. Peserta adalah siswa/i SD/MI kelas IV, V, VI.
2. Setiap lembaga boleh mengirimkan lebih dari 1 peserta.
3. Soal babak pertama (penyisihan) berjumlah 100 butir pilihan Ganda, dengan ketentuan :
4. Soal-soal yang dilombakan adalah ilmu dasar sains (Matematika, IPA, dan IPS kelas IV s.d VI)
5. Soal babak  kedua (diambil 50%) dari jumlah peserta babak pertama, dengan ketentuan :
- 50 soal pilihan ganda dengan bentuk soal adalah ilmu dasar sains dan pengembangannya
6. Soal babak ketiga (final) untuk mencari peringkat 1, 2, dan 3 dengan ketentuan :
- 10 soal pilihan ganda, dengan bentuk soal adalah ilmu dasar sains dan pengembangan lebih kompleks.
10 soal esai.
7. Soal-soal disemua babak dikembalikan lagi kepada Panitia Pelaksana.
8. Durasi waktu pengerjaan soal babak pertama adalah 90 menit, setelah itu istirahat 30 menit.
9. Durasi waktu pengerjaan soal babak kedua adalah 60 menit.
10. Durasi waktu pengerjaan soal babak final adalah 90 menit. Dan peserta dapat menunggu pengumuman peringkat 1, 2, dan 3.

Kriteria Penilaian OSD
- Skor babak penyisihan adalah 100, dengan point 1 apabila soal dijawab tepat dan dikurangi 1 (-1) apabila soal dijawab salah, serta Nol (0) apabila tidak dijawab.  Jumlah soal adalah 100 item.
- Skor babak kedua adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika tepat, 50 x 2 = 100 (untuk pilihan ganda).
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 2 (-2).
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
- Skor babak final adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika tepat, 20 x 5 = 100
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 5 (-5)
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
Penentuan peringkat 1, 2, dan 3 adalah akumulasi jumlah skor ketiga babak.
Jika di babak final ada skor yang sama, maka yang bersangkutan akan diuji lagi dengan 10 soal tertulis yang berkaitan dengan IPA dan IPS masing-masing 5 item.
***



Guluk-Guluk, 8 November 2018
Panitia Pelaksana

Jumat, 02 November 2018

SOSOK DERMAWAN

MOHAMED SALAH SANG SOSOK DERMAWAN

Dalam ukuran Eropa, terlebih di Liga Primer Inggris yang terkenal liga paling elit di benua biru tersebut, Mo Salah, demikian ia sering disebut oleh Juergen Klopp, sang pelatih, tidak termasuk dalam daftar pemain dengan gaji tertinggi. Meskipun demikian, dia sangat dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan. dalam sepekan, Salah memperoleh gaji 90.000 poundsterling, setara dengan Rp 1,7 miliar dari klub yang dibelanya saat ini, Liverpool.
Melalui penghasilan tersebut, dia bisa mengalokasikan 6.000 poundsterling untuk kegiatan sosial di Nagrig, tanah kelahirannya, Mesir. Di tempat ia dibesarkan tersebut, Salah mendirikan lembaga sosial bernama Mohamed Salah Charity Foundation (MSCF). Walikota Nagrig yang menjadi salah seorang anggota dewan pengurus lembaga itu, memastikan segala bantuan terhadap warga berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui lembaga ini, Salah telah membangun banyak hal untuk tanah kelahirannya.
MSCF mengelola klinik kesehatan yang berkualitas bersama ambulans, mengola lembaga pendidikan khusus perempuan dari sekolah dasar sampai menengah, mengelola bantuan sosial pada fakir miskin dan anak-anak terlantar, mengelola bantuan untuk para pemuda kurang mampu agar cepat menikah, mengelola bantuan untuk para janda, dan lain-lain.
Masih belum berhenti sampai di situ, Salah turut serta membangun pusat kepemudaan. Pembangunan pusat kepemudaan itu telah lama ia lakukan sebelum bermain di Liverpool. Setelah pindah klub dari AS Roma ke Liverpool, Salah kembali mendonasikan dana 210.000 poundsterling untuk Tahya Masr, sebuah lembaga pendanaan yang bertujuan mengatasi krisis ekonomi Mesir.
Ada kisah menarik tentang Salah. Peristiwa lama, jauh sebelum Salah bermain di Eropa. Kala itu, dia masih bermain di Mesir dan tinggal satu rumah dengan orang tuanya. Suatu hari, keluarga Salah dirampok. Dua hari kemudian, sang pencuri berhasil ditangkap. Ayah Salah bermaksud mengajukan tuntutan hukum kepada si perampok. Namun, Salah malah berpikir sebaliknya. Ia memohon agar ayahnya tidak mengajukan tuntutan hukum. Salah mengajak ayahnya agar memaafkan si perampok. Salah memberikan uang kepada perampok itu dan memberikan pekerjaan. Lalu sang perampok itu kemudian menjadi insaf (hlm. 39).
Dari kisah kedermawanan dan pemaafan di atas ini, kita bisa melihat bahwa sifat-sifat tersebut terpupuk sejak dahulu, jauh sebelum terkenal seperti saat ini. Kisah tersebut terungkap berkat persaksian Jack Sear, Produser Konten Editorial dan Sosial untuk Anfield HQ, dalam serangkaian tweet-nya, yang diberitakan oleh koran Inggris terkenal, The Daily Mail, 24-12-2017 lalu.
Di kampung halamannya, Nagrig. Salah membeli berbagai peralatan olah-raga yang dapat digunakan para  pemain lokal atau amatir. Salah pun membeli lapangan sepak bola milik sekolah Mohamed Sayyad Al-Tantawy, agar bisa digunakan oleh masyarakat umum. Salah juga menyumbangkan tanah seharga 8 juta pound Mesir, atau setara dengan 6,3 miliar rupiah dan membangun di atas tanah tersebut pabrik pengolahan limbah untuk memasok air minum bersih ke penduduk kampung halamannya (hlm. 40).
Salah sejatinya mendapatkan hadiah berupa vila mewah dari Mamduh Abbas, pengusaha sekaligus mantan presiden klub Zamalek. Hadiah tersebut diberikan lantaran gol penaltinya mengantarkan Timnas Mesir lolos ke Piala Dunia di Rusia 2018 lalu. Tapi, hadiah tersebut ia tolak. Ia malah minta kepada Mamduh agar hadiah itu disumbangkan untuk kampung halamannya saja. Ini pun bukti, bahwa Salah lebih mementingkan orang banyak daripada kesempatan untuk memperkaya dirinya sendiri. Suatu kepribadian yang luar biasa dan sangat jarang terjadi di saat ini.
Salah juga mendonasikan 30 ribu euro atau setara dengan 627,2 juta rupiah kepada keluarga pesepakbola yang sudah pensiun, tapi tidak memiliki kehidupan ekonomi yang baik di Mesir. Dia pun telah merencanakan di tahun 2018 ini –semoga Allah mengabulkannya, amien- memasang rel kereta api yang menghubungkan Nagrig dengan Basyun, agar transportasi menjadi lancar.
Salah seorang keluarga dekatnya, Amr Abu Al-Agha menuturkan, sebenarnya Mo Salah sangat enggan jika semua kegiatan amalnya diberitakan dan diketahui oleh publik. Salah menganggap bahwa segala sumbangan yang ia berikan adalah sesuatu yang tidak perlu dipublikasikan di media. Ia hanya berkeinginan agar Nagrig menjadi desa yang tidak tertinggal jauh dari kota-kota besar Mesir. Oleh karena itu, boleh jadi apa yang terekspos di atas hanya sebagian kecil. Mungkin masih banyak yang tidak kita ketahui dari kedermawanan Mohamed Salah, sang fenomenal pesepakbola Muslim di abad XXI ini.
Bagi Salah, kegiatan berbagai kabajikan itu mungkin bukan hanya ekspresi rasa syukur, melainkan juga berbagi kebahagiaan kepada orang-orang yang memang sangat membutuhkan. Tak heran, jika di kampung halamannya, Salah diberi julukan dengan ‘sang pembuat kebahagiaan’. Dan memang, gelar tersebut tidak berlebih-lebihan disematkan kepada Salah, sebab ia memang tercipta membuat orang di sekitarnya di mana pun berada, menjadi bahagia.
Dia bukan cuma dermawan, namun akhlak Islamnya sangat luar biasa menjadi teladan bagi generasi muda Islam. Boleh jadi, ia tercipta memang untuk berdakwah melalui keterampilan mengocek si kulit bundar. Dakwah yang paling jitu di dunia Barat yang dipenuhi islamofobia. Semoga Mo Salah selalu diberi umur panjang dan semoga tetap istikamah. Amien@

SUASANA LOUNCHING MAJALAH EDISI II







Rabu, 03 Oktober 2018

HIMMAH, SATU SYARAT KEBERHASILAN



Oleh: Helmi Usman, M.Pd.

            Mari Belajar dari Cerita Kancil dan Siput Hutan
            Suatu waktu, saya tiba-tiba teringat tentang cerita kancil dan siput yang berkompetisi untuk menang dalam lomba lari. Batasnya sudah ditentukan dengan jarak yang—setidaknya seperti yang saya dengar dulu sebagai pengantar tidur-, lumayan jauh. Barangkali sebagian dari kalian pernah mendengar cerita itu. Pertandingan yang tidak adil, bukan? Mustahil secara akal. Tidak bisa dinalar pikiran. Kancil dengan postur tubuhnya yang mendukung, larinya yang lincah dan cepat, bertanding lari dengan siput yang jalan saja masih terengah-engah, apalagi berlari. Dari sini, kiranya perlu saya sampaikan kembali, agar menjadi sumbangsih dalam membangun aspirasi, dan semoga jadi sumber motivasi untuk mengafirmasi diri agar lebih baik ke depannya, terutama untuk para remaja pelajar atau santri di manapun.
****
             Untuk berhasil, kita butuh proses. Dan dalam proses itu, motivasi dan semangat adalah dua hal yang niscaya ada dalam setiap aspek kehidupan, terutama bagi remaja yang secara mayoritas masih dalam tahap pencarian identitas, sebab semangat dan motivasi adalah hal langka yang membutuhkan usaha untuk mendapatkannya.
Setidaknya, saya melihat pada perkembangan atau dinamika keilmuan saat ini, ada dua hal yang menjadi sebab “dekadensi” semangat itu bisa terjadi.
            Pertama, modernisasi yang sedianya sudah sejak awal abad XX terjadi, kini semakin menyemai dalam realitas nyata. Kemajuan teknologi-komunikasi yang meningkat dengan signifikan, nyatanya membawa dualitas efek yang tak terbantahkan; di satu sisi, teknologi memang membawa kemudahan, fasilitas semakin lengkap, dan kita tak perlu repot lagi seperti zaman old. Akan tetapi, di sisi yang lain, ia juga membawa pengaruh buruk yang diakui atau tidak, itu benar adanya. Misalkan, dalam ranah pendidikan, pelajar yang rata-rata masih usia remaja seringkali disibukkan dengan gadget mereka. Tidak peduli tempat. Sama tidak pedulinya kapan mereka harus berhenti mengoperasikannya. Itu bisa dimaklumi, karena secara psikologis, mereka masih dalam tahap transisi dari masa remaja untuk menjadi dewasa.
Pada masa ini, mereka cenderung penasaran untuk mencoba hal-hal yang baru. Tetapi, jika dibiarkan berlarut-larut, apalagi sesuatu yang tidak berguna, malah akan jadi masalah. Akibatnya, semangat dan motivasi untuk belajar semakin berkurang karena “seluruh” waktunya sudah dihabiskan untuk gadget mereka.
            Kedua, kurangnya kesadaran diri. Barangkali untuk faktor yang kedua ini, mareka yang miskin semangat dan motivasi untuk belajar, adalah orang-orang yang tidak memiliki impian dan mimpi-mimpi. Sebab, mimpi adalah awal dari segalanya.     
Dalam salah satu bukunya, Imam Az Zarnuji menjelaskan bahwa ada enam syarat yang harus dimiliki dan dilakukan oleh mereka, yaitu cerdas, kemauan tinggi, sabar, biaya, bimbingan guru, dan waktu yang panjang.
            Ke-enam syarat tersebut sama-sama penting. Tapi, bagi saya, ada tiga syarat yang lebih prinsipiel untuk dijelaskan kembali; kemauan tinggi, sabar, dan waktu yang panjang. Sebab, cerdas, biaya, dan bimbingan guru, semua orang pasti sudah pada memiliki. Pertama, kemauan tinggi. Dalam bukunya, secara filosofis az Zarnuji membahasakannya dengan kata “al Hirsu”, yang secara harfiah berarti tamak. Tamak indikasinya adalah kemauan besar untuk memiliki. Nah, dalam ranah keilmuan,beliau juga menggunakannya untuk menjelaskan bahwa kita harus berkemauan besar untuk mendapatkan ilmu. Mencarinya sebanyak mungkin. Sebab, seperti yang kita ketahui bersama bahwa ilmu adalah cahaya. Tugas kita adalah mengumpulkannya, kemudian menjadikannya spektrum warna indah yang menghiasi kehidupan kita mendatang. Kedua, sabar. Berasal dari Bahasa Arab as shabru yang berarti menahan dari sesuatu. Maka dalam beberapa literatur keislaman, sabar dibagi menjadi tiga macam; menahan untuk tetap setia pada ketaatan, menahan diri untuk menjauhi kemaksiatan, dan yang terakhir adalah menahan diri dari godaan syahwat atau keinginan-keinginan sensasional. Ketiga, waktu yang panjang. Untuk menjadi pribadi yang baik, proses adalah hal yang mesti tetap dilakukan. Tidak ada yang instan. Semuanya butuh waktu dan usaha. Termasuk untuk memperoleh ilmu itu sendiri.
Ketiga syarat yang telah saya jelaskan, memliki line circle yang berputar pada satu basis, yaitu himmah (cita-cita). Ia adalah motivator penting dalam kehidupan kita. Tidak akan pernah ada kemauan tinggi jika tidak ada yang mau dicapai, tidak akan bisa sabar jika tidak ada hal yang diharapkan, dan tidak akan pula dapat berdiri, setia pada proses yang panjang juga melelahkan jika misalkan kita tidak memiliki harapan yang menopang.

“Jadilah seseorang yang meski kakinya berpijak di Bumi, tetapi cita-citanya terpatri di bintang kartika.” (Ibnu Athaillah as Sakandari)
“Seseorang terbang dengan cita-citanya, laiknya burung yang terbang dengan kedua sayapnya.” (Az Zarnuji)

Pertanyaannya adalah mengapa harus ada kata “belajar”? Karena tanpa belajar, kita nyaris mustahil untuk mendapatkan ilmu. Dan tanpa ilmu, juga hampir tidak mungkin kita bisa berkreasi dan berinovasi sebagai bentuk konkret dari fitrah keistimewaan kita sebagai manusia. Lalu, mengapa harus remaja—bahasa kitabnya Syubban? Karena di usia 11 ke 19 tahun itulah organ tubuh kita masih sehat dan mendukung untuk tetap berjuang meski sangat melelahkan. Kira-kira begitulah alasan Az-Zarnuji di atas. Saya tambahkan, Syekh Musthafa al-Ghilani dalam bukunya juga pernah berkata lantang, “Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok.”  Kewajiban seorang pemimpin adalah mendidik, mengayomi, dan membimbing rakyatnya dalam segala aspek. Maka, apa yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin jika tidak  berilmu?
Pada akhirnya, ilmu adalah segalanya. Dan adanya himmah adalah sebagai satu syarat keberhasilan bisa dicapai!
***
Ada Apa dengan Kancil?
Lalu, meski begitu, kenapa kancil bisa kalah? Karena ia merasa lebih baik sehingga merasa tidak perlu lagi untuk berjuang lebih. Karena himmahnya kecil. Sedangkan siput, oleh karena ia memiliki himmah yang besar untuk mengalahkan kancil, ia merasa perlu untuk tetap berjuang meski dengan tertatih. Bersabar dengan perjuangan yang melelahkan. Juga membutuhkan waktu yang begitu panjang. Akhirnya, kancil lah yang gugur, dan siput yang keluar sebagai pemenang.Wallhu a’lam@   

Guluk-guluk, 14 Maret 2018

Penulis dalam kesehariannya adalah bagian pustakawan INSTIKA Guluk-Guluk, dan salah satu Guru di MTs 1 Putri Annuqayah yang mengampu mata pelajaran Akidah. 

KUTERBUAI DALAM JANJIMU

Siapakah yang bisa menerima, dengan janji yang ternodai?
Itulah kata-kata yang selalu aku katakan kepada teman-temanku ketika di tanya tentang hubunganku dengan adik kelasku, Najma. Ia begitu banyak mengatakan dengan janji-janji semu, bertujuannya hanya sebagai pelampiasan karena selalu disakiti oleh orang-orang yang dicintainya.  Dalam hatinya terbesit bahwa dia akan membalas sakit hati itu kepada siapapun yang diajumpai. Dan aku orangnya. Aku hanya  dijadikan jembatan untuk mencari sesorang yang tepat dalam hatinya,  tanpa memikirkan perasaanku.
Sebenarnya, hubunganku dengan dia masih bersetatus kaka-kadik yang selalu ada satu sama lain karena belum lama kenal, tapi dengan perputaran waktu yang  silih berganti , kini telah tumbuh bibit-bibit cinta dalam hatiku. Namun aku masih menyimpannya sebab bibit-bibit cinta yang ada padaku masih baru bersemi, masih harus dipupuk dengan baik.  
Suatu ketika tanpa sepengetahuannya aku pura-pura bertanya kepada teman kelasnya di hand phone tentang keadaanya ketika di sekolah.
“Hai, Mel! Bagaimana keadaan adikku di sekolahnya” dengan tiba-tiba Amel nanya sambil merajuk.
Ada apa ‘ni? Kok nanya adiknya segala padahal selalu telfonan dan sms-an?
Gak ada apa-apa Amel, kucuma nanya aja
“Zain, perlu kamu tau bahwa teman-teman di  kelas sudah tahu tentang hubungan kamu dengan adikmu”, dengan cerita Amel aku tambah yakin akan perasaanku pada adaikku tapi aku masih tidak berani mengungkapkan perasaanku karena aku pengen secara pelan-pelan untuk mengetuk hatinya. Hingga setelah berhari-hari aku mencoba mengungkapkan perasaannku dan akan menembaknya.
            “Dik, aku tahu bahwa aku ini orang  baru dalam hidupmu dan aku tidak pengen menjadikan kamu barang mainan, tapi aku akan menjadikan kamu kekasih halal yang bisa mengisi hari-hariku. Bagaimana menurutmu?” Sekilas rona di wajahnya memerah. Namun ketegaran dan ketegasan sebagai seorang gadis yang tersakiti masih tetap menghias di sana.
“Kakaku, tidak tahu dan aku tidak bisa ngasi jawaban sekarang”.
“Terus kira-kira kapan kamu akan ngasi jawaban, dik?”
“Sabar, kak. Jangan terburu-buru kalau dalam urusan seperti ini dan aku mohon sama kakak untuk menunggu selama satu bulan”.
 “Baik, dik. Aku akan tunggu jawaban kamu sampai bulan depan”.
***
            Aku selalu bertanya pada diriku sendiri mengenai jawaban yang akan dia ucapkan ketika waktuya sudah tiba. Kusering termenung dan tersenyum sendiri karena aku sudah punya harapan akan jawaban baik darinya yang sesuai dengan keinginanku.
Ketika aku kontekan atau sms-an, aku selalu bilang dan menghitung dari waktu sebulan yang telah dia tentukan. Aku terus mendekati teman dekatnya untuk menciptakan keakraban dan jaringan komunikasi jika suatu saat terjadi masalah atau kesalahpahaman dan mereka pun semua mendukung aku untuk bersatu dan tidak ada kata-kata yang menolak dari mereka.
            Najma biasa berangkat pagi ke sekolah. Apalagi hari itu punya piket jaga pintu gerbang, walaupun dia harus pakai jaket di luar baju seragamnya kerena kedinginan. Dan ketika sampai di sekolah dia langsung meletakkan motornya di tempat parkir, terus ke kelasnya untuk meletakkan tas, lalu ke pintu gerbang untuk piket. Dan ketika baru duduk  langsung disapa oleh temannya yang pertama kali datang.
“Hai…! Met pagi Najma”. Sapa Amel pagi-pegi bener dari belakangnya.
 “Pagi juga Mel, kamu pagi juga datangnya?”
“Iya, ‘ni masih ada tugas yang harus di selesaikan pagi ini”.
Hanya sendirian Najma duduk di balik pintu gerbang sekolah menunggu teman-tamannya sambil mengangan kenangan indah ketika dia mesra –mesraan dengan kakak kelasnya walaupun hanya dalam hand phone di tiap hari dan malamnya. Tapi entah kenapa pikirannya, tiba-tiba dia melamun sampai mengingat pengkhianatan yang dilakukan orang-orang yang pernah dia cintai hingga dia berpikir akan melampiaskan semua dendamnya kepada orang-orang yang coba mengutarakan cinta padanya.
Aku kebetulan sudah sangat mencintainya yang sedang menununggu jawaban demi ungkapan perasaan yang telah aku lontarkan padanya. Dengan lamunannya, Najma berada antara dalam kegelisahan dan bahagia karena ia mengingat semua yang  telah terjadi padanya hingga dia tidak merasa kalau sudah banyak temannya yang datang tanpa sepengetahuannya. Sampai-sampai dia tidak merasa kalau ada ibu guru di sampingnya dan ibu guru itupun menyapanya namun dia tetap tidak sadar.
 “Nak...! Najma.....! Hei....nak...!”
“Aaaaa..iya iya, bu”
“ Kamu kenapa, nak? Kok melamun. Apa yang kamu pikirkan hingga kamu tidak sadar”
Enggak, bu. Gak ada apa-apa”
Enggak ada apa-apa bagaimana kamu bengong mulai dari tadi ibu panggil kamu gak menyahut”
“ Nggak, bu. Gak ada apa-apa” “
“Iya, sudah kalau begitu, ibu mau masuk dulu tapi kalau ada apa-apa ceritalah pada ibu mungkin ibu bisa bantu. Ayo masuk dulu ke kelasnya tutup gerbangnya sekarang sudah jam 7:00 WIB ”
“Baik, bu”.
****
Aku terus bersemangat belajar pelajaran-pelajaran yang memeng aku sukai sambil menunggu jawaban dari Najma. Dan aku terus mendekati semua teman-temannya yang memang selalu ada dalam hubunganku dengannya.
Di saat aku sedang menunggu jawabannya, aku sempat meminta fotonya tapi masih belum bisa namun tiap aku kontekan aku pasti menyindir tentang foto itu karena aku sangat ingin punya sebagai teman tidurku selama penantianku akan jawaban ungkapan perasaan yang   aku katakan padanya.
Namun, dia memastikan bahwa aku pasti memilikinya dan dia menyakinkan padaku,  dan sempat terbesit dalam hatiku bahwa dia pasti menerimaku setelah dia meyakinkanku bahwa aku pasti memiliki fotonya.
 Perasaan senang dan takut selalu ada dalam hatiku karena bagitu lama  dia meminta waktu untuk menjawab kepadaku. Tiap hari aku berjalan berangkat ke sekolah dengan jalan kaki dengan semangat menggebu-ngebu karena aku harus mengejar prestasiku. Dan di samping itu pula semangatku terus menggebu-gebu setela ditopang dengan harapan mendapat jawaban baik dari addikku, Najma atas perasaan yang aku katakan padanya.
Setelah satu bulan aku menjalani hari-hariku dengan perasaan terhantui dia antara bahagia dan takut. Aku bahagia karena aku masih punyak harapan bahwa adikku, Najma pasti menerima ungkapan perasaanku yang telah aku katakan pada bulan lalu. Namun di sisi lain, aku merasa takut karena apa yang aku yakini tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapanku untuk menjadikannya sebagai pendamping hidupku mencapai ridha Allah swt di dunia sampai di akhirat nanti.
 Besok aku akan mendengarkan keputusan dari adikku, Najma. Apapun yang terjadi dan jawaban apapun yang dia ujarkan kepadaku, aku harus menerima dengan ikhlas, karena apa yang dia ungkapkan pasti sudak sejalan dengan kehendak Allah swt.
Tepat jarum jam menunjukkan pukul 12:30 WIB, aku ambil HP-ku dan aku langsung menghubunginya dan nanya tentang apa yang aku katakan pada bulan yang lalu dan dia pun langsung menjawab sesuai yang ku harapkan “Dik apakah kamu masih ingat pada apa yang kamu janjikan padakubahwa kamu akan menjawab ungkapan perasaanku cintaku setelah satu bulan?” “Iya mas aku masih ingat pada janjiku bahwa aku akan menjawab setelah satu bulan” “terus apakah kamu sudah punyak jawaban dan apakah kamu menerima aku apa tidak?” “Iya mas semoga mendapat ridha Allah, iya aku menerima mas tapi aku mohon hal ini jangan di katakan pada siapapun lebih-lebih pada teman kelasku dan aku tidak pengen ada yang tau tentang perasaan dan hubungan yang terdjadi diantara kita berdua” “memangnya kenapa dik kalauseandainya taman-teman kamu ada yang tahu, lagian apa yang akan kita jawabkan pada mereka kalau ternyata suatu saat mereka tahu, apa kira-kira meraka tidak akan kecewa pada kita dik?” “ begini mas biarlah hubugan ini kita saja yang tau dan kita jalani dengan baik tampa ada campur dari orang lain kerena kalau banyak yang tahu aku hawatir ada diantara mereka yang tidak suka dan pengen merusaknya” ‘ baiklah kalau itu yang menjadi keinginan kamu”.
setelah hari itu dia langsung memberi beberapa foto padaku sebagaimana yang aku minta dulu sebelum dia menjawab perasaan cinta yang ku ungkapkan padanya dan aku pun tambah mencintainya bahkan aku sangat yakin bahwa dia adalah memeng jodohkuyang akan menemaniku selamanya didunia sampai diakhirat kelak, sempat aku mengatakan bahwa aku akan bilang pada keluargaku bahwa aku akan melamarnya tapi aku dilarang bilang karena katanya dia masih pengen fokus sekolah tampa memikirkan pertunangan dulu dan dia pun berjanji akan menunggu aku menjadi pendampingnya dan aku pun sanggup menunggunya sampai dia sudah siap menerima lamaranku, dan dia berjanji akan menungu kedatangan ku dan keluargaku ke rumahnya tapi masih suatu saat, akupun mau karena dia bagitu besar memberiharapan padaku hingga ada kesepakatan antara aku dengan dia bahwa akan melangsungkan pertunangan ketika dia sudah hampir lulus di SMA-nya.

(Ku persembahkan buat yang punyak tetala: 25 Agustus 1999)
“Oleh: Taufiq Umar”
Karyawan MD 2 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep . Bermukim di kompleks PPA Daerah Kebun Jeruk. HP: 085230782176




Tampilan Cover edisi 3