Kamis, 15 November 2018
Minggu, 11 November 2018
OSD-LPAID-LKD DI MTs 1 PUTRI ANNUQAYAH
SYARAT, KETENTUAN DAN TATA TERTIB PESERTA LOMBA
Syarat Umum
Peserta adalah siswa SD/MI kelas IV, V, VI, dibuktikan dengan surat keterangan dari masing-masing sekolah/madrasah.
Peserta menyerahkan fotocopy akta kelahiran dan/atau kartu keluarga (OPSIONAL)
Sekolah/wali murid mengirimkan lembar Formulir Pendaftaran disertai Surat Keterangan (berisikan keterangan bakal peserta adalah siswa sekolah terkait) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah/Madrasah/wali murid
Dalam mendelegasikan siswanya, masing-masing sekolah tidak dibatasi.
Siswa/i membawa perlengkapan shalat Jum’at, dengan ketentuan :
Peserta putra dan pendamping putra dapat shalat Jum’at di Masjid Jami’Pondok Pesantren Annuqayah.
Peserta putri dan pendamping putri dapat shalat berjamaah Dhuhur di Mushalla Daerah Putri Pondok Pesantren Annuqayah terdekat dari lokasi lomba, atau di MTs 1 Putri Annuqayah.
Membawa bekal makanan sendiri, dan/atau dapat membeli makanan di kantin terdekat.
Ketentuan Umum dan Tata Tertib
1. LOMBA TIDAK GRATIS (Kontribusi peserta Rp. 10.000,-), diserahkan waktu mendaftar ulang di sekretariat Panitia Lomba.
2. Pendaftaran peserta lomba sampai dengan 30 November 2018, pukul 08.00 WIB. Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat OSD/LPAID/LKD MTs 1 Putri Annuqayah, atau melalui email: aurora17mtspi@gmail.com dengan subyek email (dipilih salah satu sesuai yang diikuti): OSD/LPAID/LKD_Mtspi_Asal Sekolah.
Contoh : OSD_Mtspi_MI 1 Annuqayah atau LPAID_Mtspi_MI 3 Annuqayah atau LKD_Mtspi_MI 3 Annuqayah. Dengan melampirkan file formulir dalam bentuk MS. Word dan foto (JPG) peserta. Lampiran formulir sesuai dengan jumlah siswa/i yang mengikuti.
3. Setiap peserta hanya mengikuti 1 jenis lomba (tidak boleh merangkap).
4. Orang tua/Wali/Guru pendamping/Peserta, menghadiri Technical Meeting (TM) pada Hari Jum’at, 30 November 2018 pukul 08.00-08.30 WIB untuk mendapatkan Panduan
5. Pelaksanaan Lomba dan penentuan nomor urut peserta setiap lomba. Jika berhalangan, harap menghubungi nomor WA : 082335359013
6. Peserta membaca panduan pelaksanaan lomba dengan teliti.
7. Lomba akan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 30 November 2018, Pukul 09.00 WIB s.d Selesai.
8. Pada masing-masing kategori akan diambil Juara 1,2 dan 3.
9. Pemberian hadiah pada ketiga kategori lomba akan dilaksankan pada hari penutupan Lomba se-Kabupaten Sumenep dan Class Meeting MTs 1 Putri Annuqayah (Pemeberitahuan lebih lanjut melalui nomor WA yang telah disetorkan pada Panitia Lomba)
10. Peserta diharapkan berpakaian rapi dan sopan, untuk putra memakai pakaian muslim berpeci, dan putri memakai pakaian muslimah berkerudung. Di sarankan menggunakan pakaian seragam sekolah masing-masing (diseragamkan oleh sekolah pendaftar).
11. Setiap peserta, dan pendamping wajib menjaga sopan santun, ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan.
12. Ketentuan yang belum tercantum pada poin-poin di atas akan di tetapkan menurut situasi dan kondisi acara oleh panitia.
13. Bagi peserta yang melanggar poin-poin diatas akan mendapat sanksi dari panitia.
Ketentuan Khusus
1. Bagi peserta yang telah didaftarkan, kemudian berhalangan dapat digantikan oleh peserta lain sebelum pelaksanaan lomba dengan dibuktikan surat dari orang tua maupun sekolah masing-masing.
3. Keputusan Dewan Juri bersifat mengikat.
LOMBA KALIGRAFI TINGKAT DAERAH (LKD)
Penanggung Jawab : Maryatun, S.Ud.
Syarat dan Ketentuan :
a. Peserta berasal dari siswa SD/MI Kelas IV. V, VI.
b. Setiap SD/MI mengirimkan lebih dari 1 orang peserta (bebas putra/putri).
c. Peserta membawa kertas karton/manila berukuran 50 x 60 cm
Syarat dan Ketentuan :
a. Peserta berasal dari siswa SD/MI Kelas IV. V, VI.
b. Setiap SD/MI mengirimkan lebih dari 1 orang peserta (bebas putra/putri).
c. Peserta membawa kertas karton/manila berukuran 50 x 60 cm
d. peserta tidak dibatasi dalam membawa alat-alat tulis atau alat warna lainnya
e. Peserta dibolehkan membawa alas sendiri.
f. Lomba akan dimulai pada pukul 09.00 WIB
g. Peserta yang terlambat 30 menit dari permulaan acara, dianggap gugur.
h. Juara 1, 2 dan 3 akan disampaikan melalui nomor WA peserta.
Kriteria Penilaian LKD
-Bidang Kaidah
1. Ketepatan Huruf
2. Keserasian dan komposisi antar huruf
-Bidang Keindahan
1. Kekayaan imajinasi dan kreasi
2. Keserasian background
3. Kebersihan karya
LOMBA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT DAERAH (LPAID)
Penanggung Jawab : Zuwaibatul Islamiyah, S.Ud.
Syarat dan Ketentuan
1. Peserta adalah siswa/i SD/MI kelas IV, V, VI.
2. Setiap lembaga boleh mengirimkan lebih dari 1 peserta.
3. Soal babak pertama (penyisihan) berjumlah 100 butir pilihan Ganda, dengan ketentuan :
- Soal-soal yang dilombakan adalah ilmu dasar keislaman dari kelas IV s.d VI.
- Soal babak kedua (diambil 50%) dari jumlah peserta babak pertama, dengan ketentuan :
- 50 soal pilihan ganda dengan bentuk soal adalah ilmu dasar keislaman dan pengembangannya (dari kelas IV s.d VI)
- Soal babak ketiga (final) untuk mencari peringkat 1, 2, dan 3 dengan ketentuan :
10 soal pilihan ganda, dengan bentuk soal adalah ilmu dasar dan pengembangan lebih kompleks.
10 soal esai.
4. Soal-soal di semua babak dikembalikan lagi kepada panitia.
5. Durasi waktu pengerjaan soal babak pertama adalah 90 menit, setelah itu istirahat 30 menit.
6. Durasi waktu pengerjaan soal babak kedua adalah 60 menit.
7. Durasi waktu pengerjaan soal babak final adalah 90 menit. Dan peserta dapat menunggu pengumuman peringkat 1, 2, dan 3.
Kriteria Penilaian LPAID
1. Skor babak penyisihan adalah 100, dengan point 1 apabila soal dijawab tepat dan dikurangi 1 (-1) apabila soal dijawab salah, serta Nol (0) apabila tidak dijawab. Jumlah soal adalah 100 item.
2. Skor babak kedua adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika tepat, 50 x 2 = 100 (untuk pilihan ganda).
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 2 (-2).
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
3. Skor babak final adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika tepat, 20 x 5 = 100
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 5 (-5)
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
4. Penentuan peringkat 1, 2, dan 3 adalah akumulasi jumlah skor ketiga babak.
5. Jika di babak final ada skor yang sama, maka yang bersangkutan akan diuji lagi dengan 10 soal tertulis yang berkaitan dengan Sejarah Rasulullah SAW.
OLIMPIADE SAINS TINGKAT DAERAH (OSD)
Penanggung Jawab : Ahmad Muhli Junaidi, S.Pd.
Syarat dan Ketentuan
1. Peserta adalah siswa/i SD/MI kelas IV, V, VI.
2. Setiap lembaga boleh mengirimkan lebih dari 1 peserta.
3. Soal babak pertama (penyisihan) berjumlah 100 butir pilihan Ganda, dengan ketentuan :
4. Soal-soal yang dilombakan adalah ilmu dasar sains (Matematika, IPA, dan IPS kelas IV s.d VI)
5. Soal babak kedua (diambil 50%) dari jumlah peserta babak pertama, dengan ketentuan :
- 50 soal pilihan ganda dengan bentuk soal adalah ilmu dasar sains dan pengembangannya
6. Soal babak ketiga (final) untuk mencari peringkat 1, 2, dan 3 dengan ketentuan :
- 10 soal pilihan ganda, dengan bentuk soal adalah ilmu dasar sains dan pengembangan lebih kompleks.
10 soal esai.
7. Soal-soal disemua babak dikembalikan lagi kepada Panitia Pelaksana.
8. Durasi waktu pengerjaan soal babak pertama adalah 90 menit, setelah itu istirahat 30 menit.
9. Durasi waktu pengerjaan soal babak kedua adalah 60 menit.
10. Durasi waktu pengerjaan soal babak final adalah 90 menit. Dan peserta dapat menunggu pengumuman peringkat 1, 2, dan 3.
Kriteria Penilaian OSD
- Skor babak penyisihan adalah 100, dengan point 1 apabila soal dijawab tepat dan dikurangi 1 (-1) apabila soal dijawab salah, serta Nol (0) apabila tidak dijawab. Jumlah soal adalah 100 item.
- Skor babak kedua adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika tepat, 50 x 2 = 100 (untuk pilihan ganda).
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 2 (-2).
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
- Skor babak final adalah 100, dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika tepat, 20 x 5 = 100
Jika salah, setiap soal pilihan ganda dikurangi 5 (-5)
Jika tidak dijawab maka nilainya nol (0)
Penentuan peringkat 1, 2, dan 3 adalah akumulasi jumlah skor ketiga babak.
Jika di babak final ada skor yang sama, maka yang bersangkutan akan diuji lagi dengan 10 soal tertulis yang berkaitan dengan IPA dan IPS masing-masing 5 item.
***
Guluk-Guluk, 8 November 2018
Panitia Pelaksana
Jumat, 02 November 2018
SOSOK DERMAWAN
MOHAMED SALAH SANG SOSOK DERMAWAN
Dalam ukuran Eropa, terlebih di Liga Primer Inggris yang terkenal liga paling elit di benua biru tersebut, Mo Salah, demikian ia sering disebut oleh Juergen Klopp, sang pelatih, tidak termasuk dalam daftar pemain dengan gaji tertinggi. Meskipun demikian, dia sangat dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan. dalam sepekan, Salah memperoleh gaji 90.000 poundsterling, setara dengan Rp 1,7 miliar dari klub yang dibelanya saat ini, Liverpool.
Melalui penghasilan tersebut, dia bisa mengalokasikan 6.000 poundsterling untuk kegiatan sosial di Nagrig, tanah kelahirannya, Mesir. Di tempat ia dibesarkan tersebut, Salah mendirikan lembaga sosial bernama Mohamed Salah Charity Foundation (MSCF). Walikota Nagrig yang menjadi salah seorang anggota dewan pengurus lembaga itu, memastikan segala bantuan terhadap warga berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui lembaga ini, Salah telah membangun banyak hal untuk tanah kelahirannya.
MSCF mengelola klinik kesehatan yang berkualitas bersama ambulans, mengola lembaga pendidikan khusus perempuan dari sekolah dasar sampai menengah, mengelola bantuan sosial pada fakir miskin dan anak-anak terlantar, mengelola bantuan untuk para pemuda kurang mampu agar cepat menikah, mengelola bantuan untuk para janda, dan lain-lain.
Masih belum berhenti sampai di situ, Salah turut serta membangun pusat kepemudaan. Pembangunan pusat kepemudaan itu telah lama ia lakukan sebelum bermain di Liverpool. Setelah pindah klub dari AS Roma ke Liverpool, Salah kembali mendonasikan dana 210.000 poundsterling untuk Tahya Masr, sebuah lembaga pendanaan yang bertujuan mengatasi krisis ekonomi Mesir.
Ada kisah menarik tentang Salah. Peristiwa lama, jauh sebelum Salah bermain di Eropa. Kala itu, dia masih bermain di Mesir dan tinggal satu rumah dengan orang tuanya. Suatu hari, keluarga Salah dirampok. Dua hari kemudian, sang pencuri berhasil ditangkap. Ayah Salah bermaksud mengajukan tuntutan hukum kepada si perampok. Namun, Salah malah berpikir sebaliknya. Ia memohon agar ayahnya tidak mengajukan tuntutan hukum. Salah mengajak ayahnya agar memaafkan si perampok. Salah memberikan uang kepada perampok itu dan memberikan pekerjaan. Lalu sang perampok itu kemudian menjadi insaf (hlm. 39).
Dari kisah kedermawanan dan pemaafan di atas ini, kita bisa melihat bahwa sifat-sifat tersebut terpupuk sejak dahulu, jauh sebelum terkenal seperti saat ini. Kisah tersebut terungkap berkat persaksian Jack Sear, Produser Konten Editorial dan Sosial untuk Anfield HQ, dalam serangkaian tweet-nya, yang diberitakan oleh koran Inggris terkenal, The Daily Mail, 24-12-2017 lalu.
Di kampung halamannya, Nagrig. Salah membeli berbagai peralatan olah-raga yang dapat digunakan para pemain lokal atau amatir. Salah pun membeli lapangan sepak bola milik sekolah Mohamed Sayyad Al-Tantawy, agar bisa digunakan oleh masyarakat umum. Salah juga menyumbangkan tanah seharga 8 juta pound Mesir, atau setara dengan 6,3 miliar rupiah dan membangun di atas tanah tersebut pabrik pengolahan limbah untuk memasok air minum bersih ke penduduk kampung halamannya (hlm. 40).
Salah sejatinya mendapatkan hadiah berupa vila mewah dari Mamduh Abbas, pengusaha sekaligus mantan presiden klub Zamalek. Hadiah tersebut diberikan lantaran gol penaltinya mengantarkan Timnas Mesir lolos ke Piala Dunia di Rusia 2018 lalu. Tapi, hadiah tersebut ia tolak. Ia malah minta kepada Mamduh agar hadiah itu disumbangkan untuk kampung halamannya saja. Ini pun bukti, bahwa Salah lebih mementingkan orang banyak daripada kesempatan untuk memperkaya dirinya sendiri. Suatu kepribadian yang luar biasa dan sangat jarang terjadi di saat ini.
Salah juga mendonasikan 30 ribu euro atau setara dengan 627,2 juta rupiah kepada keluarga pesepakbola yang sudah pensiun, tapi tidak memiliki kehidupan ekonomi yang baik di Mesir. Dia pun telah merencanakan di tahun 2018 ini –semoga Allah mengabulkannya, amien- memasang rel kereta api yang menghubungkan Nagrig dengan Basyun, agar transportasi menjadi lancar.
Salah seorang keluarga dekatnya, Amr Abu Al-Agha menuturkan, sebenarnya Mo Salah sangat enggan jika semua kegiatan amalnya diberitakan dan diketahui oleh publik. Salah menganggap bahwa segala sumbangan yang ia berikan adalah sesuatu yang tidak perlu dipublikasikan di media. Ia hanya berkeinginan agar Nagrig menjadi desa yang tidak tertinggal jauh dari kota-kota besar Mesir. Oleh karena itu, boleh jadi apa yang terekspos di atas hanya sebagian kecil. Mungkin masih banyak yang tidak kita ketahui dari kedermawanan Mohamed Salah, sang fenomenal pesepakbola Muslim di abad XXI ini.
Bagi Salah, kegiatan berbagai kabajikan itu mungkin bukan hanya ekspresi rasa syukur, melainkan juga berbagi kebahagiaan kepada orang-orang yang memang sangat membutuhkan. Tak heran, jika di kampung halamannya, Salah diberi julukan dengan ‘sang pembuat kebahagiaan’. Dan memang, gelar tersebut tidak berlebih-lebihan disematkan kepada Salah, sebab ia memang tercipta membuat orang di sekitarnya di mana pun berada, menjadi bahagia.
Dia bukan cuma dermawan, namun akhlak Islamnya sangat luar biasa menjadi teladan bagi generasi muda Islam. Boleh jadi, ia tercipta memang untuk berdakwah melalui keterampilan mengocek si kulit bundar. Dakwah yang paling jitu di dunia Barat yang dipenuhi islamofobia. Semoga Mo Salah selalu diberi umur panjang dan semoga tetap istikamah. Amien@
Langganan:
Komentar (Atom)
-
A. Mukadimah Bahwa sesungguhnya kemajuan pikir dari seorang siswa ditentukan oleh karya yang dihasilkannya. Karya yang dihasilkan ter...
-
Ketua dewan redaksi Bisyarotul Walidah Wakil Ketua dewan Redaksi Qurratul Faizah Sekretaris redaksi Aisyah Nabila Nihalun ...
